
BERANI BICARA ITU BAGUS, MENGKRITISI PERLAMBANG PEDULI
Istilah tersebut sekilas memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya tidak semua orang setuju dengan ungkapan tersebut. Banyak orang terutama anak-anak muda merasa mengeluarkan uneg-uneg itu penting apalagi dengan gejolak semangat tinggi dengan adrenalin yang stoknya masih berlimpah. Dan dari zaman ke zaman, seakan kritis adalah hal wajib yang setiap orang harus punya. Apapun dikritisi, sampai-sampai hidup orang lain yang tidak sesuai dengan pandangan ikut jadi korban.
Di sisi lain ada orang yang berpikir bahwa tidaklah penting untuk mengurusi masalah orang lain walaupun secara tidak sadar dan tidak langsung masalah tersebut berkenaan dengan kepentingan dirinya. Tapi ternyata yang menyangkut langsung dan berakibat jangka pendeklah yang dianggap lebih penting dan jadi prioritas utama sehingga tidak memiliki banyak waktu dan pikiran untuk memikirkan hal-hal yang ke depannya bisa berakibat langsung.
Mengapa setiap orang memiliki perbedaan pandangan?? Itulah anugerah Tuhan yang sangat besar berupa perbedaan. Dengan perbedaan pandangan tersebut, manusia bisa bersama-sama membangun tapi di saat yang sama manusia bisa saling menghancurkan. Bisa jadi disitulah letak dinamika perbedaan pandangan yang membuat dunia ini jadi berwarna warni dan seru. Siapa sih yang ingin hidup sempurna semua serba enak dan tersedia tanpa ada perjuangan? pasti banyak juga yang mau, tapi coba deh dipikirkan dan dijalani hidup akan lebih lepas dan plong ketika kita menjalani hidup dengan hasil perjuangan sendiri dikelilingi dengan orang-orang yang tulus ikhlas selalu berjuang dan terus belajar mengenai dinamika kehidupan.
Sisi positifnya orang yang kritis adalah, dia sebenarnya peduli akan sesuatu hal yang dikritisi jika tidak ngapain juga sih mencari-cari data sebagai pelengkap dan argumen. Selama bisa berpikir objektif dan tidak berlebih-lebihan serta tidak dengan niat untuk pamer, memang segala sesuatu butuh dikritisi agar bisa terus maju dan berkembang ke arah lebih baik.

