Melihara dendam tuh bener-bener ga enak banget yah, saya selalu merasa seorang yang sangat pendendam. Jika ada orang yang "nyenggol"
atau menyakiti hati, hati saya serasa terbakar dan langsung berharap dalam batin kalau orang itu akan merasakan yang lebih sakit dari yang saya rasakan :D tapi saya tetap tidak tega dan tidak kuasa untuk melawan. Hanya berharap Tuhan yang akan membalasnya. Tetapi ternyata saya tidak sanggup untuk menjadi pendendam terlalu lama, ketika orang tersebut minta maaf atau berbuat kebaikan pada saya langsung luluh hati ibaratnya tersiram air sejuk di pegunungan, adeeem ^_^.
Anggapan saya bahwa sayalah ratu dendam ternyata roboh, ketika melihat sekeliling dan mengenal banyak orang anggapan saya langsung berubah "di atas langit masih ada langit" yang artinya "di atas pendendam masih ada lagi yang dendamnya kebangetan". Saya selalu bertanya (dalam hati) mengapa orang rela menyimpan dendamnya seumur hidup padahal dendam adalah racun yang sedikit demi sedikit menggerogoti kita dan secara tidak sadar akan menjadi bumerang. Adakah orang yang rela menanggung dendam seumur hidup?? Tak tergetarkah hatinya ketika melihat orang meminta maaf, mengingatkan dalam kebaikan, dan mengibarkan bendera damai. Saya merasa paling berat ketika harus menanggung dendam, hutang dan kesalahan saya pada orang lain tetapi belum meminta maaf, Naudzubillah :( Jauhkanlah pikiran dan hati dari dendam, agar secercah cahaya tulus dan kedamaian bisa masuk. Lagu iwan fals ini sangat menginspirasi saya.
Lagu Dendam Damai
Iwan Fals
Tak habis pikir aku tak mengerti
Mengapa ada orang yang senang membunuh ?
Hanya karena uang semata
Atau demi kuasa dan nama
Bagi kita rakyat biasa
Tak berdaya ditodong senjata
Mencuri hidup yang hanya sekali
Hanya berdoa yang kita bisa
Dendam dendam celaka
Menghasut kita tak jemu menggoda
Damai damai dimana
Bersembunyi tak ada wujudnya
Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?
Tidak bisakah kita saling berpelukan ?
Bukankah indah hidup bersama
Saling berbagi saling menyinta
Terasa hangat sampai ke jiwa
Memancar ke penjuru dunia
Jangan goyah percayalah teman
Perang itu melawan diri sendiri
Selamat datang kemerdekaan
Kalau kita mampu menahan diri
Dendam dendam celaka
Menghasut kita tak jemu menggoda
Damai damai dimana
Bersembunyi tak ada wujudnya
Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?
Tidak bisakah kita saling berpelukan ?
Tak habis pikir aku tak mengerti
Mengapa ada orang yang senang membunuh ?
Hanya karena uang semata
Atau demi kuasa dan nama
Hanya karena itu semua
Rela hancurkan tanah tercinta
Rela hancurkan tanah tercinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar