Kamis, 10 Juni 2010

Dendam


Melihara dendam
tuh bener-bener ga enak banget yah, saya selalu merasa seorang yang sangat pendendam. Jika ada orang yang "nyenggol" atau menyakiti hati, hati saya serasa terbakar dan langsung berharap dalam batin kalau orang itu akan merasakan yang lebih sakit dari yang saya rasakan :D tapi saya tetap tidak tega dan tidak kuasa untuk melawan. Hanya berharap Tuhan yang akan membalasnya. Tetapi ternyata saya tidak sanggup untuk menjadi pendendam terlalu lama, ketika orang tersebut minta maaf atau berbuat kebaikan pada saya langsung luluh hati ibaratnya tersiram air sejuk di pegunungan, adeeem ^_^.

Anggapan saya bahwa sayalah ratu dendam ternyata roboh, ketika melihat sekeliling dan mengenal banyak orang anggapan saya langsung berubah "di atas langit masih ada langit" yang artinya "di atas pendendam masih ada lagi yang dendamnya kebangetan". Saya selalu bertanya (dalam hati) mengapa orang rela menyimpan dendamnya seumur hidup padahal dendam adalah racun yang sedikit demi sedikit menggerogoti kita dan secara tidak sadar akan menjadi bumerang. Adakah orang yang rela menanggung dendam seumur hidup?? Tak tergetarkah hatinya ketika melihat orang meminta maaf, mengingatkan dalam kebaikan, dan mengibarkan bendera damai. Saya merasa paling berat ketika harus menanggung dendam, hutang dan kesalahan saya pada orang lain tetapi belum meminta maaf, Naudzubillah :( Jauhkanlah pikiran dan hati dari dendam, agar secercah cahaya tulus dan kedamaian bisa masuk. Lagu iwan fals ini sangat menginspirasi saya.


Lagu Dendam Damai

Iwan Fals

Tak habis pikir aku tak mengerti

Mengapa ada orang yang senang membunuh ?

Hanya karena uang semata

Atau demi kuasa dan nama


Bagi kita rakyat biasa

Tak berdaya ditodong senjata

Mencuri hidup yang hanya sekali

Hanya berdoa yang kita bisa


Dendam dendam celaka

Menghasut kita tak jemu menggoda

Damai damai dimana

Bersembunyi tak ada wujudnya


Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?

Tidak bisakah kita saling berpelukan ?


Bukankah indah hidup bersama

Saling berbagi saling menyinta

Terasa hangat sampai ke jiwa

Memancar ke penjuru dunia


Jangan goyah percayalah teman

Perang itu melawan diri sendiri

Selamat datang kemerdekaan

Kalau kita mampu menahan diri


Dendam dendam celaka

Menghasut kita tak jemu menggoda

Damai damai dimana

Bersembunyi tak ada wujudnya


Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?

Tidak bisakah kita saling berpelukan ?


Tak habis pikir aku tak mengerti

Mengapa ada orang yang senang membunuh ?

Hanya karena uang semata

Atau demi kuasa dan nama


Hanya karena itu semua

Rela hancurkan tanah tercinta

Rela hancurkan tanah tercinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar